Mekanika Rekayasa merupakan bidang ilmu
gaya khususnya yang bekerja pada konstruksi gedung atau pada konstruksi
jembatan, dahulu dikenal dengan nama Mekanika Teknik atau Em Te. Blog
ini membahas bagian statis tertentu dan dibagi dalam 5 BAB. BAB
1 Membahas tentang dasar-dasar Mekanika
Rekayasa yang terdiri dari pemahaman tentang tumpuan,
gaya dan momen. BAB 2 Membahas tentang masalah balok si
atas 2 tumpuan dan cara menggambar bidang momen, bidang gaya lintang
dan bodang gaya normal. Pembahasan dilakukan dengan bahasa
sederhana agar dapat dipahami dengan mudah khususnya oleh para
mahasiswa yang sedang mempelajari Mekanika Rekayasa. BAB 3
Membahas tentang Garis Pengaruh di mana masalah ini sangat diperlukan
untuk menganalisa beban bergerak yang bekerja pada balok gerber
khususnya pada konstruksi jembatan. BAB 4 Membahas tentang konstruksi
bersendi banyak dalam arti tumpuan lebih dari 2 buah dan hal ini
banyak dijumpai di lapangan khususnya pada konstruksi jembatan.
BAB 5 Membahas tentang Portal yaitu konstruksi balok yang
mempunyai kaki pada tumpuannya. Bab ini dijelaskan tentang
penyelesaian perhitungan untuk kaki yang sama tinggi dan Portal
dengan kaki yang tidak sama tinggi yang akan berguna sebagai referensi
pada persoalan yang serupa di lapangan.
|
Kamis, 16 Agustus 2012
Mata kuliah Ilmu Sipil Khusus MEREK
Mekanika Rekayasa I
Membahas tentang Mekanika Rekayasa I berarti terlebih dahulu menjelaskan yang dapat dipergunakan pada rumus tertentu yaitu sebagai berikut :
Rabu, 15 Agustus 2012
Mekanika Rekayasa II
Mekanika Rekayasa II (Merek II) Kali ini kami menulis rumus pada bangunan berlantai 2, dimana rumus tersebut kita gunakan dan perletakan bahan tersebut.

Perletakan :
semntara di gambar
∑MB = 0
RAV.9 – P1 . 7 – P2 . 4 – Q3 (1/3 . 9) – Q1 (1/2 . 9) = 0
RAV . 9 – 161 = 0
RAV = 161/9 = 17 8/9……………………………………………….( ↑ )
∑MA = 0
-
RBV . 9 + P2 . 5 + P1 . 2 + Q3 (2/3 . 9) + Q1
(1/2 . 9)
-
RBV . 9 + 3 . 5 + 2 . 2 + 18 (6) + 18 (4 ½) = 0
-
RBV . 9 + 15 + 4 + 108 + 81 = 0
RBV . 9 + 208/9 23 1/9
………………………………( ↑ )
KONTROL : ∑M
= 0
RAV . + RBV – P1 – P2 – Q1 – Q2 – Q3 = 0
17 8/9 + 23 1/9 – 2 –
3 – 18 -18 = 0
41 - 41 = 0 ………………………………………………………….ok….!!!!!!
Bentang A – P1 0 ≤ X ≤ 2
q31x =
=
=
x
Q31x = ½ . x q31x = 1/2x
. 4/9x = 2/9x2
Q11x = q1 . x = 2 . x = 2x
MX = RAV . X – Q11X .
1/2X – Q31X . 1/3 X
= 17
- 2X . ½ X – 2/9X . 1/3X
= 17
– X2 – 2/27X3
DX = 17
- 2X – 2/9X2
X
|
0
|
1
|
2
|
MX
|
0
|
16
|
31
|
DX
|
13
|
Bantang p1 – p2 = 0 ≤ x ≤ 3
q32 =
=
=
q32x =
=
=
x
Q31x = ½ . x q31x = 1/2x
. 4/9x = 2/9x2
Langganan:
Postingan (Atom)


